RI-Kongo Kerja Sama, Incar Infrastruktur sampai Kelapa Sawit

Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Republik Demokratik Kongo (RDK) akan terus memperkuat kerja sama ekonomi di berbagai bidang. Upaya terkait hal tersebut dibahas di dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri sekaligus Deputi Perdana Menteri RDK Leonard She Okitundu Lundula di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Kunjungan Lundula menjadi kunjungan pejabat tinggi RDK yang pertama kali ke Indonesia setelah hubungan diplomatik kedua negara dibuka di tahun 1963. Dalam kunjungan ini dia juga akan melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Retno menyampaikan dalam pertemuan itu keduanya membahas beberapa bidang yang menjadi prioritas kerja sama ekonomi Indonesia-RDK, di antaranya adalah di bidang infrastruktur, pertambangan, akuakultur dan pertanian, serta kelapa sawit dan perkebunan. Selain itu, Lundula juga menyampaikan keinginan negaranya untuk menjalin kerja sama di bidang tekstil dengan Indonesia.


Sebagai komitmen dalam meningkatkan kerja sama, kedua menteri menandatangani sebuah Komisi Bersama (Joint Commission) pada hari Kamis. Selain kerja sama ekonomi, Komisi Bersama juga mencakup kerja sama diplomatik dan lingkungan hidup.

RI-Kongo Kerja Sama, Incar Infrastruktur sampai Kelapa SawitFoto: Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Kongo Leonard She Okitundu Lundula (CNBC Indonesia/Ester Christine)

"Saya menyambut baik penandatanganan Komisi Bersama yang saya yakin akan dapat menjadi alat bagi Indonesia dan Republik Demokratik Kongo untuk meningkatkan kerja sama bilateral," kata Retno saat memberikan pernyataan bersama kepada para jurnalis.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari Indonesia-Afrika Forum yang diselenggarakan di Bali pada bulan April lalu. Retno mengatakan dia berharap kerja sama ekonomi yang konkret antara kedua negara bisa dicapai dalam Indonesia-Afrika Infrastruktur Dialog yang akan diselenggarakan tahun depan.

"Tahun depan kita akan menyelenggarakan Indonesia-Afrika Infrastruktur Dialog, yang kita harapkan dalam pertemuan tahun depan kita akan dapat menandatangani kerja sama ekonomi yang sifatnya konkret dengan Republik Demokratik Kongo," kata Retno.

Lundula menyampaikan negaranya memiliki potensi untuk menjadi tujuan investasi bagi Indonesia dari bidang infrastruktur sampai pertambangan. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa RDK ingin mempelajari pengelolaan dan pengolahan kelapa sawit dari Indonesia, mengingat negara itu memiliki potensi sawit yang besar.

"RDK memiliki potensi yang sangat besar sebagai lahan investasi bagi Indonesia terkait infrastruktur, tekstil, pertambangan dan akuakultur. Tetapi ada juga potensi terkait kelapa sawit yang sangat besar di RDK, dan kami ingin sekali mengetahui cara mengolahnya," kata Lundula, menurut penerjemahan dari Bahasa Prancis yang disediakan pihak Kementerian.

"Kami sangat senang dan puas karena tandatangan Komisi Bersama yang kami harapkan memperluas kerja sama yang jadi kepentingan bersama," pungkas Lundula. (prm)