Program Peremajaan Sawit di Kalteng Sudah Tepat Sasaran

Jakarta - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Razak menilai peremajaan kebun sawit milik masyarakat yang diprogramkan Pemerintah Pusat sangat tepat dan harapannya direaliasikan secara optimal.

Sebenarnya peremajaan tersebut relatif terlambat karena kebun sawit milik masyarakat di Provinsi ini rata-rata telah diatas 25 tahun, katanya usai rapat paripurna DPRD Kalteng dengan agenda pembukaan masa persidangan III tahun sidang 2018, di Palangka Raya, Rabu (12/9/2018)

"Masa produktif pohon sawit itu kan antara 20 tahun dan maksimal 25 tahun. Kalau diatas itu, ya sudah tidak produktif lagi. Jadi, sangat tepat Pemerintah Pusat memprogramkan peremajaan kebun sawit milik masyarakat," ucapnya.

Menurut Politisi Partai Golongan Karya itu, program peremajaan sawit milik masyarakat akan sangat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Sebab, kebun sawit masyarakat yang sempat kurang produktif, kembali memberikan penghasilan.

"Saya berharap program tersebut bisa dilaksanakan secara optimal. Dan, masyarakat yang mendapat program itu juga harus benar-benar memanfaatkan dan memelihara dengan baik pohon sawit yang diremajakan," jelasnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Kalteng Sugianto Saan menyebut, Pemerintah Pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), telah membuat program peremajaan kebun kelapa sawit milik masyarakat di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan, untuk Provinsi Kalteng, program peremajaan itu ditargetkan seluas 10.223 hektar dan harus benar-benar milik masyarakat. Dan, rencananya akhir September atau awal Oktober 2018 akan dilakukan penanaman perdana.

"Presiden Republik Indonesia Joko Widodo rencananya hadir dalam penanaman perdana yang dilaksanakan di lahan kelompok KUD Karya Tani, Jalan Ahmad Yani KM 40 Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat," tambahnya.

Orang nomor satu di Provinsi Kalteng itu mengaku, sangat mengharapkan kedatangan Presiden di penamana perdana tersebut tidak mengalami perubahan. Sebab, Pemprov Kalteng telah menyediakan anggaran dan melakukan berbagai persiapan dalam menyambut Presiden.

"Saya sangat yakin, kedatangan presiden akan membawa dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Kobar. Untuk itu, harapan besar kedatangan presiden dapat terlaksana karena Pemprov Kalteng sudah menganggarkan kegiatan tersebut," demikian Sugianto. (Ant)