Produksi Berlebih, Gapki Minta Pemerintah Dorong Ekspor CPO

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah mengambil langkah untuk mendorong ekspor Crude Palm Oil (CPO) karena produksi CPO berlebih.

"Volume ekspor minyak sawit dan turunannya pada Agustus 2018 mencapai 3,3 juta ton. Angka itu meningkat kalau dibandingkan dengan Juli 2018 yang tercatat 3,22 juta ton," kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Sementara, Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, mengatakan harga yang rendah dimanfaatkan importer untuk membeli minyak sawit dalam jumlah besar.

"Permintaan pasar global yang tinggi terhadap minyak sawit belum mampu mengerek harga," ungkapnya.

Menurut Mukti, perselisihan dagang antara India dan AS memberikan peluang sawit untuk memasok minyak nabati pengganti dari minyak kedelai. Harga sawit global terus tertekan karena narga minyak nabati lain, khususnya kedelai, serta stok minyak sawit melimpah di Indonesia dan Malaysia.

"Tingginya ekspor produk minyak sawit dan implementasi kewajiban B20 belum mampu mengurangi penurunan stok minyak sawit secara signifikan di dalam negeri," ujar Mukti.