Jadi Wadah Untuk Para Petani Sawit, Aspekpir Resmi Dilantik

Pengurus Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Indonesia resmi dilantik sekaligus dikukuhkan.

Asosiasi ini dibentuk sebagai wadah untuk memberikan rasa nyaman, pendampingan, memfasilitasi hingga mediasi bila timbul permasalahan baik di petani maupun regulasi pemerintah.

"Asosiasi ini sudah mulai dirintis pada tahun 1996. Kami seluruh organisasi merasa mempunyai nasib dan tujuan yang sama untuk menyejahterahkan petani kepala sawit. Makanya kami bentuk asosiasi ini," kata Ketua Umun DPP Aspekpir Indonesia, Setiyono Rabu, 19 September 2018.

Dia melanjutkan, pola-pola yang sudah terjalin dengan baik dalam kemitraan ini harus tetap terjaga. Dia juga menyampaikan, pola PIR dapat dibuka kembali.

Karena, kata dia lagi, hal itu akan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemilihan bibit, serta penjagaan harga sawit.

"Untuk petani yang belum bermitra, harga sawit tidak stabil, bahkan bisa anjlok. Namun jika bergabung di PIR harganya masih stabil bahkan layak," terangnya.

Setiyono menambahkan, secara nasional Aspekpir memiliki anggota sebanyak 615 ribu hektare. Dimana setiap 2 hektare dimiliki oleh satu orang kepala keluarga (KK).

Sedanngkan untuk di Riau, ada sekitar 74 ribu KK dengan luas kebun sekitar 136 ribu hektare. "Tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah," jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Ferry HC mengatakan pemerintah sangat mendujung dengan adanya asosiasi seperti Aspekpir ini.

Maka dari itu, dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten untuk membantu pemerintah menghadapi masalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantiti.

"Mari bangun harmoni antar asosiasi yang ada khususnya perkebunan provinsi riau," jelasnya. Hal ini akan dapat dibangun dengan tatanan kelembagaan yang baik," tuturnya.

R24/ibl

Sumber : riau24.com