DPP Aspekpir Indonesia Resmi Dilantik

KBRN, Pekanbaru : Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aasosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia resmi dikukuhan dan dilantik untuk masa jabatan 2018 – 2023, Rabu (19/9/2019) di Pekanbaru. Dihadiri segenap petani kelapa sawit dari program perkebunan inti rakyat seluruh Indonesia. Pelantikan ini merupakan rangkaian dalam menjaga kemitraan dan tingkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di Indonesia.

Ketua Umun DPP Aspekpir Indonesia, Setiyono menjelaskan Aspekpir Indonesia sebelumnya telah dirintis sejak 1996, khususnya di wilayah PIR Plasma.

"Asosiasi ini kita bentuk guna menjaga suatu kebersamaan kemitraan. Sebab kebun sawit tanpa kemitraan sulit untuk berjalan. Contohnya saja pola pengolahan. Perkebunan inti rakyat merupakan program kemitraan yang digalakkan pemerintah dan pihak swasta dalam rangka memberi kesejahteraan bagi para petani," ucapnya.

Menurutnya, program itu merupakan pola pengembangan perkebunan rakyat di wilayah lahan bukaan baru dengan perkebunan besar sebagai inti yang membangun dan membimbing perkebunan rakyat disekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan, utuh dan berkelanjutan.

"Pola-pola yang baik dalam kemitraan ini harus tetap terjaga. Bahkan pola PIR diharapkannya dapat dibuka kembaki. Karena ini akan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemilihan bibit, serta penjagaan harga sawit. Untuk petani yang belum bermitra, harga sawit tidak stabil, bahkan bisa anjlok. Namun jika bergabung di PIR harganya masih stabil bahkan layak," ungkapnya.

Sehingga, Aspekpir sangat bagus. Saat ini secara nasional Aspekpir memiliki anggota sebanyak 615 ribu hektare. Setiap 2 hektare dimiliki oleh satu orang kepala keluarga (KK). Sementara untuk Riau, ada sekitar 74 ribu KK dengan luas kebun sekitar 136 ribu hektare.

"Tidak menutup kemungkinan jumlah akan bertambah dengan bergabungnya anggota baru. Di Riau juga terdapat 162 koperasi, kelompok tani 3400 lebih yang tersebar diseluruh kabupaten," rincinya.

Sementara itu Irmijati Rachmi Nurbahar selaku Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap pendirian Aspek Pir karena dalam prakteknya pola tersebut dijalankan pemerintah, perusahaan BUMN dan juga koperasi.

"Pemerintan terus berupaya meningkatkan peran asosiasi pekebun mengingat peran kelapa sawit yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Pemerintah sangat berkepentingan agar program ini berjalan sukses seperti peremaaan. Meski memang saat ini peremajaan masih terkendala dengan produksi yang masih bagus meski umur tanaman sawit sudah tua, bahkan juga sudah tinggi. Masih ada kebun yang usia tanamannya mencapai 30 tahun namun produksinya masih potensial. Tapi tetap perlu peremajaan karena ketinggiannya sudah mencapai batas wajar," katanya.

Disisi lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Ferry HC mengatakan dalam hal ini pemerintah mendujung sepenuhnya kepada segenap asosiasi tanpa membebani petani dan membedakan devisi-devisi.

"Namun kita minta Pemkab membantu pemerintah menghadapi masalah saat ini yakni meningkatkan kualitas dan kuantiti. Mari bangun harmoni antar asosiasi yang ada khususnya perkebunan Provinsi Riau," jelasnya.

Pelantikan dan pengukuhan DPP Aspekpir Indonesia ini dimeriahkan dengan Expo kemitraan petani kelapa sawit. Dihadiri puluhan stand yang memberikan informasi terkait perkebunan kelapa sawit dan pengolahannya. (TS)

Sumber : rri.co.id